Tradisi Ngiring Kucing adalag tradisi masyarakat Probolinggo, tepatnya
suku Tengger yang mendiami wilayah desa Wonokerso, kecamatan Sumber.
Tradisi ini merupakan upacara adat dengan memandikan seekor kucing hitam
untuk memohon kepada Sang Hyang Widi Wasa untuk menurunkan hujan di
desa Tengger agar petani bisa memulai proses bercocok tanam.
Kucing berbulu hitam sebagai salah satu perlengkapan upacara merupakan
lambang mendung hitam. Masyarakat berharap melalui doa yang mereka
panjatkan, awan segera menyelimuti kawasan di atas desa mereka hingga
akhirnya turun hujan. Pada akhir prosesi, dukun desa yang memimpin jalannya upacara akan
memandikan kucing dengan air kembang dan dawet atau cendol. Sementara
itu, warga yang membawa dawet untuk didoakan, meminum dawet itu
bersama-sama. Sebagian besar warga Tengger bermata pencaharian sebagai
petani sayur, di antaranya adalah petani kentang, kubis, dan bawang, dan
upacara ini telah dilakukan selama berpuluh-puluh tahun.
UMM
Hafid
Novian
Rize
Tanti
Aulia
Sumber : http://www.eastjava.com/tourism/probolinggo/ina/traditional-art.html
Rabu, 24 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar